Kamis, 09 Mei 2024

Esensi Persepsi

 


Ada pasangan suami istri yang setiap kali mengantar istrinya naik mobil ke kantor, sang suami dipastikan membuka pintu mobil untuk istrinya. Setelah itu sang istri berpamitan mencium tangan suami, kemudian berjalan masuk menuju kantornya. 




Hal seperti dilakukan setiap hari. Orang orang sekitar yang menyaksikan, entah itu tukang parkir, pegawai teman si istri, office boy dan orang sekitar begitu takjub dan kagum melihat sikap sang suami yang begitu menghormati sang istri. 


Bayangkan setiap hari, seorang suami membuka pintu mobil sang istri ketika sampai dan bersiap bekerja di kantor. Padahal mobilnya bukan mobil mewah. Mobilnya hanya mobil Panther tua keluaran tahun 2000-an. 


Tentu saja semua penasaran. Hingga suatu ketika ada yang bertanya begini kepada sang suami tadi, usai mengantar istrinya:



“Maap pak. Boleh saya bertanya. Apa sebenarnya resep kesetiaan bapak hingga rela membuka pintu mobil setiap kali mengantar istri ke kantor. Sudah setahun terakhir saya lihat bapak membuka pintu mobil untuk sang istri?”


Lalu sang suami menjawab, sambil terkaget kaget. 


“Maap pak, bukan apa apa. Mobil saya dua terakhir ini pintunya rusak. Belum diganti ganti.”


So..


Takjub itu positif, tak usah kau konfirmasi lebih dalam lagi. Kecuali kau memang ingin esensi. Sesuatu yang tergambar/ terlihat hingga membuat pori pori rambut di tubuhmu berdecak kagum seperti baru melihat hantu. 


Itulah kenapa kita mudah sekali bahagia haru, tanpa melihat esensi atau makna sebenarnya yang adalah, sederhana, simpel dan logis karena alasan-alasan masuk akal. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar